𝐌𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐒𝐨𝐬𝐨𝐤 "𝐑𝐌": 𝐏𝐞𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐢𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐏𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐒𝐮𝐫𝐮𝐭


𝐏𝐄𝐌𝐀𝐋𝐀𝐍𝐆,𝐑𝐉𝐒𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐈𝐃 – Di sudut kota pinggiran Pemalang, lahir sebuah semangat yang tak kunjung padam. Bukan tentang sebuah destinasi kuliner meski berinisial RM, melainkan tentang langkah kaki seorang lelaki setengah baya yang mendedikasikan hidupnya di jalan pedang profesi mulia: Jurnalis.

Lelaki dengan ciri khas kumis tipis ini—sebut saja RM—menjadi potret nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap memupuk nyali. Di balik penampilannya yang bersahaja, tersimpan keberanian luar biasa dalam memburu berita dan menyuarakan kebenaran di wilayah Pemalang dan sekitarnya.

𝐌𝐞𝐧𝐢𝐭𝐢 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐢𝐨𝐫

Bagi RM, menjadi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati nurani. Ia sadar, perjalanannya mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, dengan semangat belajar yang tinggi, ia terus berupaya mengimbangi ritme kerja para seniornya. Ia bermimpi untuk meraih kesuksesan yang sama, bukan untuk ketenaran, melainkan untuk kemanfaatan bagi masyarakat luas.

"Keberanian itu bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tapi keberanian adalah kemampuan untuk bertindak di tengah rasa takut itu demi sebuah kebenaran," ungkapnya dalam sebuah obrolan santai di sela tugasnya, Minggu (11/01/2026).

𝐒𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐉𝐞𝐝𝐚

Dedikasi RM adalah bukti bahwa integritas tidak bisa dibeli. Meskipun tantangan di lapangan kerap menguras energi, ia tetap tegak berdiri. Sosoknya yang ulet menunjukkan bahwa dunia jurnalistik di Pemalang masih memiliki tunas-tunas tangguh yang siap menjaga marwah pers.

𝐊𝐀𝐓𝐀 𝐌𝐔𝐓𝐈𝐀𝐑𝐀 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐑𝐌: 

"Tinta seorang jurnalis adalah darah bagi perubahan. Meski raga menua dan kumis kian memutih, biarlah semangat tetap membara seperti mentari pagi di ufuk Pemalang. Karena sukses bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tapi tentang seberapa kuat kita bertahan di jalan yang benar."

𝐂𝐚𝐭𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐝𝐚𝐤𝐬𝐢:

RM adalah representasi dari setiap pejuang media yang bergerak dalam senyap namun memberikan dampak yang nyata. Semoga semangat "RM" menginspirasi jurnalis muda lainnya untuk tidak pernah menyerah.(*)

𝙾𝚕𝚎𝚑 :

𝙺𝚁𝚃. 𝙰𝚛𝚍𝚑𝚒 𝚂𝚘𝚕𝚎𝚑𝚞𝚍𝚒𝚗, 𝚆. 𝚂𝙷