​𝐀𝐥𝐢𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐒𝐨𝐥𝐮𝐬𝐢 𝐆𝐮𝐠𝐚𝐭 "𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐢𝐬𝐧𝐢𝐬": 𝐓𝐨𝐥𝐚𝐤 𝐏𝐮𝐧𝐠𝐥𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐞𝐝𝐨𝐤 𝐒𝐭𝐮𝐝𝐲 𝐓𝐨𝐮𝐫 𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠


𝐏𝐄𝐌𝐀𝐋𝐀𝐍𝐆, 𝐑𝐉𝐒𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐈𝐃 – Gelombang keresahan orang tua siswa terkait biaya pendidikan tambahan kembali memuncak. Aliansi Solusi (Solidaritas Orang Tua Siswa Anti Pungli) secara resmi menyerukan aksi damai guna menuntut penghentian praktik pungutan liar (pungli) yang berkedok kegiatan study tour di tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kabupaten Pemalang.

Aksi yang dijadwalkan pada 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐬𝐚, 𝟕 𝐀𝐩𝐫𝐢𝐥 𝟐𝟎𝟐𝟔 ini membawa misi besar: mengembalikan marwah pendidikan sebagai sarana mencerdaskan bangsa, bukan ladang mencari keuntungan komersial.

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑜𝑚𝑜𝑑𝑖𝑡𝑎𝑠

​Aliansi Solusi menilai bahwa saat ini banyak sekolah yang mulai bergeser menjadi "unit bisnis" melalui kerja sama dengan biro perjalanan. Hal ini dinilai sangat memberatkan ekonomi keluarga siswa, terutama dengan adanya intimidasi terselubung bagi siswa yang tidak mampu mengikuti kegiatan tersebut.

"𝑆𝑒𝑘𝑜𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟, 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑐𝑎𝑟𝑖 𝑐𝑢𝑎𝑛! 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑎𝑠𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎," tegas perwakilan Aliansi dalam pernyataan resminya.

𝟔 𝐏𝐨𝐢𝐧 𝐓𝐮𝐧𝐭𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐑𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭

​Dalam seruan ini, Aliansi Solusi merumuskan enam tuntutan utama yang ditujukan kepada Bupati, DPRD, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang:

𝐇𝐞𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐤𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐲𝐚𝐫: Siswa yang tidak mengikuti study tour dilarang keras ditarik biaya apa pun. Stop segala bentuk intimidasi.

𝐁𝐨𝐧𝐠𝐤𝐚𝐫 𝐁𝐢𝐬𝐧𝐢𝐬 𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡: Usut tuntas dugaan "main mata" antara pihak sekolah dengan biro perjalanan. Transparansi adalah harga mati.

𝐎𝐩𝐭𝐢𝐦𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐖𝐢𝐬𝐚𝐭𝐚 𝐋𝐨𝐤𝐚𝐥: Menolak kegiatan luar kota/negeri yang membebani. Pemalang memiliki potensi wisata edukasi yang kaya yang seharusnya diprioritaskan.

𝐃𝐞𝐬𝐚𝐤 𝐑𝐞𝐠𝐮𝐥𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬: Mempertanyakan fungsi pengawasan Bupati dan DPRD. Masyarakat butuh Surat Edaran dan regulasi nyata, bukan sekadar janji manis.

𝐒𝐚𝐧𝐤𝐬𝐢 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬: Mendesak pencopotan Kepala Sekolah yang terbukti menjadikan siswa sebagai komoditas bisnis.

𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐫𝐰𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧: Memastikan pendidikan tetap terjangkau dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

𝐑𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚 𝐀𝐤𝐬𝐢

​Massa yang terdiri dari wali murid dan berbagai elemen masyarakat seperti 𝐀𝐖𝐏𝐁 dan 𝐒𝐀𝐏𝐌𝐀 𝐏𝐏 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠 direncanakan akan mendatangi tiga titik utama:


​𝐏𝐞𝐧𝐝𝐨𝐩𝐨 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠


​𝐆𝐞𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐏𝐑𝐃 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠


​𝐊𝐚𝐧𝐭𝐨𝐫 𝐃𝐢𝐧𝐝𝐢𝐤𝐩𝐨𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧𝐠

Koordinator aksi, 𝐄𝐤𝐲 𝐃𝐢𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚, bersama rekan-rekan koordinator lapangan lainnya, mengajak seluruh warga masyarakat yang merasa dirugikan oleh praktik pungli pendidikan untuk bersatu menyuarakan keadilan.(*) 


Riky M/Team