​𝐌𝐞𝐧𝐣𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐫𝐰𝐚𝐡 𝐉𝐮𝐫𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬𝐦𝐞: 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐈𝐛𝐚𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐄𝐝𝐮𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤



​𝐏𝐔𝐑𝐁𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀, 𝐑𝐉𝐒𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐈𝐃 – 04 April 2026 Di tengah derasnya arus informasi digital, integritas seorang jurnalis kini diuji bukan hanya dari kecepatan, melainkan dari kemanfaatan dan kebenaran informasi yang disampaikan. Menanggapi hal tersebut, KRT Ardhi Solehudin, SH, M.Kom, seorang aktivis pers sekaligus pemilik media, memberikan seruan moral bagi seluruh insan pers untuk kembali kepada jati diri wartawan sebagai profesi yang mulia.

​Menurut beliau, setiap karya jurnalistik—baik itu berupa laporan investigasi kasus maupun profil tokoh—haruslah didasari pada semangat edukasi. Jurnalisme bukan sekadar memindahkan fakta ke dalam tulisan, tetapi merupakan upaya menyebarkan ilmu dan kebenaran kepada masyarakat luas.

"Berbagi ilmu dan kebenaran adalah salah satu amalan yang dicintai Allah. Sebagai jurnalis, setiap temuan di lapangan adalah amanah yang harus diolah secara jujur agar bermanfaat bagi manusia, bukan justru menyesatkan," ujar KRT Ardhi Solehudin.

𝐏𝐨𝐢𝐧 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐒𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐨𝐫𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐬:

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐁𝐨𝐡𝐨𝐧𝐠 (𝐇𝐨𝐚𝐱): Profesi wartawan adalah pekerjaan mulia yang menuntut kejujuran tinggi. Memproduksi berita bohong atau tidak valid hanya akan merusak marwah diri sendiri sebelum merusak tatanan masyarakat.

𝐄𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐨𝐥𝐢𝐝𝐚𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐏𝐫𝐨𝐟𝐞𝐬𝐢: Penting bagi insan pers untuk tetap menjaga etika dengan tidak saling menjatuhkan sesama profesi, baik itu rekan wartawan, advokat, maupun pejabat publik. Kritik harus tetap objektif, konstruktif, dan berlandaskan pada kode etik jurnalistik.

𝐄𝐝𝐮𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐓𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧: Setiap berita tentang kasus hukum atau profil seseorang harus memiliki nilai edukasi bagi pembaca, sehingga masyarakat mendapatkan pencerahan, bukan sekadar sensasi.

𝐈𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐏𝐢𝐥𝐚𝐫 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚: Menjunjung tinggi kehormatan profesi harus dimulai dari dalam diri sendiri. Sebelum mengoreksi orang lain, seorang jurnalis harus memastikan dirinya tegak di atas kebenaran dan fakta.

KRT Ardhi Solehudin menekankan bahwa dakwah dalam jurnalisme adalah menyampaikan kebenaran demi kemaslahatan umat. Penggunaan media sosial dan kanal berita harus dimaksimalkan untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat, sehingga jurnalisme tetap menjadi pilar demokrasi yang sehat dan dipercaya.

"Mari kita berusaha unggul dalam pengajaran dan penyampaian informasi. Ketahuilah bahwa ilmu yang benar dan bermanfaat adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada kemanusiaan," tutupnya.(*) 

𝐑𝐞𝐝