𝐉𝐀𝐊𝐀𝐑𝐓𝐀, mediarealitanews.com – 23 September 2026 – Rekam jejak panjang di panggung peradilan nasional membuktikan integritas dan ketajaman analisis hukum seorang advokat senior. Bertempat di kantor hukum Ahmad WS Dilapanga & Partner (Attorney & Law), Jalan H. Ten I No. 26, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, media merangkum profil serta perjalanan karier sosok Ahmad Ws Dharma Dilapanga, S.H., advokat yang dikenal konsisten dan tegak lurus membela hak-hak hukum kliennya.
𝐒𝐞𝐩𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐃𝐞𝐤𝐚𝐝𝐞 𝐝𝐢 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥
Kiprah Ahmad Ws Dharma Dilapanga di dunia advokasi telah teruji sejak tahun 1995. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, jam terbangnya di meja hijau tidak perlu diragukan lagi. Beliau kerap dipercaya menangani kasus-kasus krusial dan berisiko tinggi, baik di ranah politik nasional, sengketa konstitusi, hingga peradilan tindak pidana korupsi (Tipikor).
Sejumlah penanganan perkara strategis yang mencatatkan namanya dalam peta peradilan Indonesia antara lain:
𝐆𝐚𝐫𝐝𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚 𝐃𝐞𝐦𝐨𝐤𝐫𝐚𝐬𝐢: Terlibat sebagai Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sekaligus Kuasa Hukum Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦𝐩𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐓𝐨𝐤𝐨𝐡 & 𝐏𝐞𝐣𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐍𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚: Dipercaya menjadi kuasa hukum tokoh nasional Probosutedo (bersama Kantor Hukum RO Tambunan, S.H.), anggota DPR RI Fraksi Golkar Aditya Moha Siahaan, hingga mantan Staf Ahli Prof. Dr. Bahtiyar, S.H., M.H.
𝐋𝐢𝐭𝐢𝐠𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 & 𝐒𝐞𝐧𝐠𝐤𝐞𝐭𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧: Berpengalaman menangani kasus hukum para kepala daerah, seperti Bupati Sangihe Talaud Ibu Sri Wahyumi (perkara Tipikor), Bupati Tegal, Bupati Bolaang Mongondow Marlina M. Siahaan, Wali Kota Kotamobagu Jaelantik Mokodompit, serta jajaran pimpinan DPRD (Ketua DPRD Bolmong Ding Sumanta dan Wakil Ketua DPRD Bolmong Jemy Tjia).
𝐒𝐞𝐧𝐠𝐤𝐞𝐭𝐚 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐭𝐢𝐭𝐮𝐬𝐢 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐡𝐤𝐚𝐦𝐚𝐡 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐭𝐢𝐭𝐮𝐬𝐢 (𝐌𝐊): Berperan aktif beracara di Mahkamah Konstitusi, di antaranya mendampingi Dr. Suharjo dan penanganan sengketa daerah Kabupaten Bintuhan.
𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚 𝐇𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭 & 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐥𝐩𝐫𝐚𝐤𝐭𝐢𝐤: Tidak hanya menangani perkara pejabat, beliau juga dikenal tajam dan berani membela kasus kemanusiaan, seperti penanganan perkara malpraktik medis berat (kasus benda asing/gunting tertinggal dalam perut pasien usai operasi).
𝐋𝐚𝐡𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐫𝐚𝐝𝐢𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐝𝐢𝐬𝐢𝐩𝐥𝐢𝐧𝐚𝐧, 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐧𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐠𝐚𝐤 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦
Prinsip tegak lurus dan integritas yang dipegang Ahmad Ws Dharma Dilapanga tidak lepas dari nilai-nilai disiplin keluarga. Beliau merupakan putra dari Oesman Dilapanga, purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu) yang pensiun pada tahun 1973.
Nilai-nilai pengabdian tersebut kini diturunkan secara utuh kepada anak-anaknya yang seluruhnya berkiprah di lini penegakan hukum dan akademisi:
𝐍𝐮𝐫 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐃𝐢𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚, 𝐒.𝐇., 𝐌.𝐇. – Saat ini mengabdi sebagai Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Maumere. Berbekal pendidikan S1 Hukum dari Universitas Diponegoro (Undip) dan S2 Universitas Indonesia (UI), beliau kini tengah menempuh jenjang Doktor (S3) Hukum di Universitas Jember.
𝐀𝐝𝐢𝐭𝐲𝐚 𝐒𝐚𝐲𝐢𝐝 𝐀𝐬𝐡𝐢𝐝𝐢𝐪 𝐃𝐢𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚, 𝐒.𝐇., 𝐌.𝐇. (𝐂) – Mengabdi di korps adhyaksa sebagai Jaksa (PPJ) dengan rekam jejak penugasan di wilayah Ragunan & Rawamangun hingga Satker Kejari Saumlaki, Maluku Tenggara/Utara.
𝐀𝐫𝐲𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐝𝐡𝐢𝐤𝐚 𝐀𝐤𝐦𝐚𝐥 – Penerus muda yang saat ini tengah menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Keharmonisannya semakin lengkap didampingi sang istri, Rosmalina Siregar, S.H., serta menantu Syarifah Iffa, S.H., dan cucu Sabira Mafazah.
Komitmen Pelayanan Hukum
Dengan kombinasi pengalaman litigasi puluhan tahun, pemahaman hukum mendalam, serta dukungan keluarga yang solid di ranah hukum, kantor advokat Ahmad WS Dilapanga & Partner terus bertekad memberikan pelayanan hukum independen, profesional, dan berkeadilan bagi setiap klien yang membutuhkan keadilan di Indonesia.
(Red/KRT)
