𝐉𝐀𝐖𝐀 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐀𝐇, 𝐑𝐉𝐒𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐈𝐃 – 28 Februari 2026 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai pilar kesejahteraan masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini tengah berada di pusaran kontroversi hebat. Alih-alih menjadi solusi gizi, program ini justru menuai gelombang protes masif, mulai dari masyarakat bawah hingga pejabat tinggi, yang viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok.
KRT Ardhi Solehudin, SH, M.Kom, seorang jurnalis senior, pemilik media, aktivis pers, sekaligus pengamat integritas publik, memberikan pernyataan tegas terkait carut-marutnya implementasi MBG di lapangan. Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi skandal besar.
𝐒𝐨𝐫𝐨𝐭𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐣𝐚𝐦: 𝐃𝐚𝐫𝐢 "𝐌𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐞𝐝𝐨𝐤 𝐆𝐢𝐳𝐢" 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 "𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐁𝐚𝐧𝐜𝐚𝐤𝐚𝐧"
Berdasarkan pantauan di lapangan dan analisis konten media sosial, Ardhi mengungkapkan adanya keresahan kolektif. Berbagai unggahan menyebut MBG dengan istilah satir seperti "Maling Berkedok Gizi" dan "Bancakan Anggaran Berkedok Makanan".
"Kami melihat di TikTok, bukan hanya rakyat kecil, tapi pejabat pun sudah mulai berkoar-koar meminta MBG segera diaudit karena menggunakan uang rakyat dalam jumlah sangat besar. Ada tudingan bahwa proyek ini seolah-olah 'kebal hukum', bebas pajak, dan tidak dapat dikontrol," tegas Ardhi.
𝐓𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐲𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐮𝐦𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐜𝐮𝐧𝐚𝐧
Lebih jauh, Ardhi menyoroti aksi protes para guru yang melihat langsung kondisi di sekolah. Mereka mempertanyakan kesesuaian menu dengan anggaran yang dialokasikan. Bahkan, terdapat laporan mengenai makanan yang tidak layak konsumsi hingga jatuhnya korban keracunan akibat program MBG ini.
"Saya sebagai jurnalis yang menjalankan fungsi kontrol sosial, pernah mengunggah temuan langsung terkait ketidaklayakan makanan ini. Pertanyaannya, di mana tindakan cepat dari Pemerintah Pusat atau Presiden Prabowo? Mengapa seolah ada pembiaran terhadap keadaan yang sebenarnya terjadi di bawah?" tanya Ardhi dengan nada tajam.
𝐔𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨
Publik kini menagih janji Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Ardhi menilai, jika kegaduhan dan indikasi penyimpangan MBG ini tidak segera direspon dengan tindakan hukum yang tegas, maka kredibilitas pemerintah dalam pemberantasan korupsi akan dipertanyakan.
"Presiden selalu mengatakan akan sikat koruptor sampai ke akar-akarnya. Sekarang, di depan mata kita, program MBG disebut-sebut menjadi ladang korupsi harian, bahkan di hari libur sekalipun anggaran dipaksa berjalan. Jangan sampai program mulia ini hanya menjadi kedok perampokan uang rakyat yang sah," pungkasnya.
Ardhi mendesak agar segera dilakukan audit investigatif menyeluruh dan transparansi anggaran MBG dibuka seluas-luasnya kepada publik agar tidak terjadi distorsi informasi yang semakin meluas.(*)
(𝐊𝐑𝐓. 𝐀𝐫𝐝𝐡𝐢, 𝐒)
.jpg)
