𝐏𝐔𝐑𝐁𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀, 𝐑𝐉𝐒𝐍𝐄𝐖𝐒.𝐈𝐃 – 22 Februari 2026 Memasuki hari kelima di bulan suci Ramadan 1447 H, Pemimpin Umum Media Group Realita Jaya Sakti (RJS) sekaligus Aktivis Pers nasional, KRT. Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom., menyampaikan pesan mendalam yang ditujukan kepada seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam keterangannya, beliau menekankan bahwa esensi Ramadan bukan hanya sekadar ritual ibadah personal, tetapi juga momentum bagi para pemangku kebijakan untuk melakukan "pembersihan" dalam tata kelola pemerintahan.
𝐑𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐁𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐌𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧 𝐝𝐢 𝐍𝐞𝐠𝐞𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐲𝐚
KRT. Ardhi Solehudin mengingatkan kembali komitmen besar Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya secara sumber daya. Oleh karena itu, sudah seharusnya kekayaan tersebut dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.
"Ramadan adalah bulan penuh berkah. Namun berkah itu tidak akan sampai ke rakyat jika kebocoran anggaran masih terjadi. Sebagaimana pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto, rakyat Indonesia tidak boleh miskin di tanahnya sendiri yang kaya raya ini. Pemerintah pusat hingga daerah harus ingat amanah ini, terutama di bulan suci yang penuh pertanggungjawaban," ujar KRT. Ardhi Solehudin, Minggu (22/02).
𝐆𝐚𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐤𝐞 𝐀𝐤𝐚𝐫-𝐚𝐤𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚
Lebih lanjut, aktivis pers ini menggarisbawahi bahwa hambatan utama kemakmuran adalah praktik korupsi. Beliau mendukung penuh ketegasan Presiden dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
"Bulan puasa adalah bulan pengendalian diri. Seharusnya para pejabat mampu mengendalikan syahwat serakahnya. Korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya, jangan ada lagi tebang pilih. Jika kita ingin berkah Ramadan benar-benar hadir bagi bangsa ini, maka kejujuran administrasi dan transparansi anggaran adalah harga mati," tambahnya dengan tegas.
𝐒𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐩𝐚𝐫𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡
KRT. Ardhi Solehudin mengajak seluruh aparatur negara untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai titik balik dalam melayani masyarakat dengan hati yang bersih. Beliau berharap tidak ada lagi kesenjangan sosial yang menyakitkan hati rakyat akibat praktik-praktik oknum yang mementingkan diri sendiri.
"Mari kita jaga kekayaan Indonesia untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk segelintir kelompok. Pers akan terus mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan agar selaras dengan visi Presiden demi Indonesia yang lebih bermartabat dan bebas korupsi," tutupnya.(*)
(𝐑𝐞𝐝)
